X Factor Around the World

0

Selamat siang…
Selamat berakhir pekan bersama keluarga ūüôā
Gimana malem minggunya? Seru?
Kalo saya sih biasanya sok nyibukkin diri dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan diri sendiri. Hhaha..
Maklum, masih musim liburan, jadi gak ada kerjaan ekstra.

Oke, semalem saya nonton X Factor Around the World, mungkin sama lah ya kayak kalian semua *mungkin*.
Acaranya dimulai jam setengah delapan malem *right?* di Hall D Kemayoran, Jakarta.
Kalo kita perhatiin acara ini face to face banget sama SCTV yang ngerayain hari jadinya yang ke 23.
Hayo.. semalem nonton yang mana? Atau nonton stasiun tv yang lain?

Acara ini mungkin udah dipromoin besar-besaran sebelumnya sama RCTI. Tapi gak kecewa lah ya, emang keren banget *menurut saya*.
Sebagai pemanasan, saya bagiin poster X Factor Around the World ini.

post-1109-1376536582

Gimana? Keren gak?
Kita bahas ya..
Mulai dari Host. Sama kayak acara galat show X Factor biasanya, kali ini juga dibawaiin oleh Robby Purba. Menurut saya pas lah ya untuk acara bertaraf internasional kayak gini.  Bahasa inggrisnya fasih (tentunya), interaktif dan yang paling penting tampangnya enak diliat *manusiawi banget*

Lanjut, sama peserta yang kece-kece banget. Apalagi buat ‘The Collective’¬†
Pengisi acara ini ada para jawara dan runner up dari X Factor Indonesia, X Factor UK, X Factor Amerika Serikat, X Factor Australia. Masing-masing mereka adalah :
1. Samantha Jade (Jawara X Factor Australia Season 4)
2. Novita Dewi (Runner Up X Factor Indonesia)
3. The Collective (X Factor Australia Season 4)
4. Fatin Shidqia Lubis (Jawara X Factor Indonesia)
5. Jahmene Doughlas (Runner Up X Factor UK)
6. Melanie Amaro (Jawara X Factor Amerika Serikat)

Mereka ngebawaiin lagu mereka masing-masing, Samantha sebagai pembuka acara menyanyikan lagu what you’ve done to me, Novita dewi dengan sampai habis air mata, The collective dengan Surrender, Fatin dengan aku memilih setia, Jahmene dengan titanium dan Melanie dengan long distance.
Jujur aja, dari keenam penampilan mereka ini saya suka banget sama Melanie Amaro. Berdasarkan penilaian orang awam kayak saya aja, dia ngebawaiin lagunya itu kayak gampang banget (like Paula Abdul said), gak ada yang meleset dan yang pasti dia santai banget mbaksis dan masbro. Suaranya juga keren walaupun menurut saya ni gak terlalu punya X Factor. Mungkin X Factornya si Melanie ada saat dia ngebawaiin lagu yang keliatannya gampang banget padahal gak gitu-gitu juga *apalagi kalo saya yang nyanyi :)*.
Selain itu ya, lagunya itu judulnya ‘Long Distance’. Pas banget kan ya buat saya yang nunggu ketemuan sama si dia yang sampe sekarang belum kesampean *still calm*.
Udah ah, saya gak mau umbar-umbar doang, kalo gak percaya download nih lagunya disini :
>>> Click Here to Download

Kalo dari lagunya mereka, jujur saya juga suka banget sama lagunya the Collective yang Surrender.
Mau download juga?
>>> Clikck Here to Download

Lanjut ke para judge.
Ada empat juri yaitu Anggun dan Ahmad Dhani dari X Factor Indonesia, Paula Abdul dari X Factor Amerika, Daniel Bedingfield dari X Factor New Zeland dan Louis Walsh dari X factor UK.
Karena acara ini buat seru-seruan aja, sebagai ajang tunjuk X Factornya peserta jadinya komen juri ya gak terlalu detail. Yang general-general aja lah.
Saya terkesima *banget* waktu salah satu juri nyanyi. Dialah Daniel Bedingfield.

DanielBedingfield_reuters_1200

Suaranya sisss… kereeeennnn buangeett.. Gak tau lah gimana cara ngebahasainnya.
Balik lagi penilaian orang awam seperti saya. Suaranya clean banget, mirip kayak Melanie yang nyanyinya tuh keliatan gampang banget, dia sambil jalan sana-sini suaranya juga tetep konstan dan masih clean. Wahh super juri yang satu ini. Dia nyanyiin dua lagu yaitu Every Little Thing ¬†sama If You’re not the One.
Kalo gak percaya, boleh deh tonton sendiri. Nih saya kasih link nya :
Every Little Thing (Daniel Bedingfield)
If You’re not the One (Daniel Bedingfield)

Selain itu para peserta juga berduet dengan Fatin dan Novita. Saya gak nonton sampe abis solanya kan malem minggu. Saya punya jadwal juga dong ngabisin sisa malem minggu bareng dia yang jauh disana via seluler. Hhehe…
Ulang tahun RCTI kali ini megah banget dan sukses terus RCTI.

Advertisements

Buku : Rectoverso

0

Lanjut nih…
Di postingan sebelumnya saya udah nyeritain tema yang sama tapi dengan saluran yang berbeda. Rectoverso, sekarang di review bagian bukunya.
Biar makin semangat bacanya, saya kasih gambar front covernya Rectoverso

220820132653

                                                            Front Cover of Rectoverso

Gimana? Nice kan. Ini hard cover lho. Jujur, ini buku dengan cover paling tebel yang saya punya. *Hhaha
Sekarang, saya penuhi janji saya dulu soal nama Rectoverso ini. Di karya Dee yang sebelumnya yaitu Supernova-Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh, nama Rectoverso ini udah diceritain sedikit. Dijelaskin disana kalo Rectoverso (oke, saya mesti bolak-balik dulu si Supernova ini buat tau Rectoverso diceritain apa disana) adalah gambar yang saling mengisi antarmuka belakang dan depan. Misalnya, ada sebuah Rectoverso yang secara utuh berupa lingkaran yang didalamnya ada lima kelopak, berjajar teratur dan berpusat pada satu titik tengah (uh.. akhirnya ketemu juga di halaman 193).

Mungkin karena proyek lagu+cerpen ‘Hanya Isyarat’ yang secara gak sengaja dibuat ini membuat Dee memutar kembali ingatannya tentang Rectoverso ini. Namun apapun itu Rectoverso merupakan terobosan terbaru dalam karya sastra dan musik Indonesia.
Sama seperti albumnya, buku Rectoverso ini juga hadir dengan sebelas judul yang diterjemahkan dalam bahasa cerpen. Judulnya juga sama persis kayak albumnya, yaitu :
1. Curhat Buat Sahabat, tentang seseorang yang udah sadar kalo orang yang dia butuhin ada dideket dia dan berhenti ngarepin orang lain yang selama 5 tahun dia tunggu.

2. Malaikat Juga Tahu, tentang seorang anak-anak dalam tubuh dewasa yang mngidap autis dan mencintai salah satu penghuni kos milik bundanya dan ternyata perempuan itu menjadi pacar dari adiknya sendiri

3. Selamat Ulang Tahun, tentang seseorang yang selalu bisa menepati janji namun tiba-tiba  tidak bisa menepati janjinya karena (menurut saya sih) kematian lebih dahulu menjemputnya namun seseorang disana tetap setia menunggunya menepati janji

4. Aku Ada, tentang seseorang yang telah tiada yang ingin menyampaikan pesannya untuk seseorang bahwa dia selalu ada walaupun sudah tidak bisa bertemu raga.

5. Hanya Isyarat, tentang perempuan yang mengagumi laki-laki namun hanya bisa dia nikmati sebatas punggungnya saja.

6. Peluk, tentang dua orang yang pisah karena merasa bahwa hidup bersama membuat kehidupan mereka semakin datar, padahal hati diperuntukkan untuk jatuh.

7. Grew a Day Older, tentang… jujur saya udah berulang kali baca cerpennya tapi saya gak ngerti. Hhaha.. Bahasa Dee sastra banget, jadi bukan kayak bahasa Inggris biasa yang mudah dimengerti atau mungkin juga saya yang agak o’on Englishnya (jadi malu).

8. Cicak di Dinding, tentang seorang cowok yang menyukai calon istri teman baiknya yang selanjutnya beneran jadi istri temennya itu. Lalu, si cowok cuma bisa ngasih hadiah lukisan cicak-cicak di dinding yang cuma bisa dinikmati ketika lampunya padam.

9. Firasat, tentang cewek yang ikut perkumpulan firasat dan kemudian mendapat firasat kalo ketua perkumpulan itu bakalan meninggal. Dia udah berulang kali memperingatkan tapi ketuanya hanya bilang kalo dia cuma butuh menerima.

10. Tidur, tentang working mom yang akhirnya pulang kerumah dan memilih keluarga sebagai prioritasnya.

11. Back to Heaven’s Light, tentang.. (ntar nyusul ya, salah takut diprotes kalo salah. *Hhaha)

Intinya dari 11 cerpen ini, ada dua cerpen yang berbahasa Inggris. Harganya Rp. 75.000,00 dan menurut saya sesuailah sama cover dan isinya yang lumayan full colour dan yang pasti isinya yang keren. Tapi beberapa hari yang lalu waktu saya mampir ke toko buku, Rectoverso ini udah di cetak ulang dengan soft cover. Harganya sih lebih murah, 60ribuanlah (saya lupa tepatnya berapa). Kira-kira gini lah cover Rectoverso yang baru.

80195_20130325115438

Biar gak kecewa, nih ada cuplikan halaman Rectoverso (ini versi yang lama).

uuuu                                                      cuplikan buku Rectoverso cetakan ke IV

Gimana? Keren kan.
Dari kesebelas cerpen itu, Malaikat juga tahu yang jadi juaranya. Nih cerpen bisa bikin air mata netes sendiri *alibi*. Apalagi sambil dinikmati dengan lagunya. Makin asoyy..
Dee ngebuat tema cinta yang dianggap lumrah menjadi sangat luar biasa. Si abang, bunda, ah.. andai abang normal. Selain malaikat juga tahu, selamat ulang tahun juga keren. Eh, peluk juga nice. Hanya isyarat juga saya banget. Dan.. ah, semuanya bagus-bagus deh pokoknya.
Finallny, sentuhan akhir, ini dia si cover belakang Rectoverso.

220820132659                                                                Back Cover of Rectoverso

lusuh ya? Maklum bukunya udah berumur. Dua tahun hampir tiga tahun lah, tapi gak ngurangin kadar kekerenan Rectoverso kok. Hhaha..
Selamat penasaran ūüôā