Aku Terlalu Berharga untuk Dijadikan yang Kedua

Tidak ada lagi yang bisa dibantahkan atas kebenaran sebuah kitab. Dan kutipan ini sudah menjadi cukup bukti.

“Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya…” (QS. Al Ahzab :4)

Alasan keturunan dsb sering menjadi penyebab bagi sebagian kaum laki-laki beralih pada perempuan lainnya. Sebagian. Kutegaskan lagi, sebagian. Dan sebagian perempuan lainnya adalah (berusaha) menerima. Boleh kubuka sebuah rahasia? Yakinlah, bahwa sekeras apa pun perempuan mencoba menerima kedatangan perempuan baru lainnya, aku pastikan rasa cemburu itu selalu ada. Dan tidakkah kalian (laki-laki) tega membuat perasaan mereka digerogoti cemburu namun tidak bisa melakukan apa-apa? Jika kalian (laki-laki) masih punya hati, maka urungkanlah niat kalian.

Perihal surga.
Allah menjanjikan surga bagi wanita yang dengan rela dimadu. Tapi, tidak denganku. Penawaran ini terlalu sulit diterima. Biarlah aku memilih jalan lain untuk ke surga. Meskipun akan melalui jalan yang lebih panjang, namun setidaknya aku tidak perlu untuk tidak bahagia setiap hari di dunia.

Mengapa aku terlalu angkuh perihal mendua? Baiklah, kubeberkan penawaran yang akan kuberikan yang membuatku merasa patut untuk dijadikan satu-satunya. Bersamaku, akan kudedikasikan hidupku, kuutamakan kamu dalam setiap detik hidupku, kuperhatikan penampilanku agar kamu tak pernah bosan, kututupi semua aibmu, kubanggakan kamu didepan orang lain, kuusahakan untuk selalu memenuhi apa yang kamu inginkan dan kuingatkan kamu agar selalu menjadi imam didepanku. Tidakkah itu belum cukup? Baiklah, jika kamu ingin bukti yang lebih nyata, saksikanlah bahwa anak kita nanti menjadi sosok yang benar-benar dimaksimalkan kemampuannya dengan bantuan tanganku. Cukup.

Dengan penawaran yang sebanyak itu, kurasa aku pantas jika aku dijadikan satu-satunya. Aku hanya ingin mengalihtugaskan ibumu dalam merawatmu, itu saja. Dan aku ingin menjadi satu-satunya dalam kelayakan. Jika kamu masih berpikir ulang atau masih tidak sependapat dengaku, maka aku layak mengatakan “aku terlalu berharga untuk dijadikan yang kedua mapun diduakan”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s