Perihal Pilihan dan Tujuan

Welcome back 🙂
Semoga tidak ada kata bosan untuk mempersilahkan mata kalian bekerja sama dengan otak dalam menerjemahkan bahasa tulis yang kubuat.
Sudah cukup lama aku vakum dalam dunia sastra, semoga saja aku tidak terlalu kaku ketika malam ini harus terjun kembali ke sana.

Aku lebih hormat ketika kamu menjadikan aku sebagai tujuan dan bukan pilihan. Karena aku ingin menjadi rangkuman yang paling mirip dengan keinginan dan kebutuhanmu. Aku tidak suka dijadikan pilihan, karena pilihanmu tidak akan pernah tepat. Yakinlah, jika berpegang pada pilihan, ditengah jalan nanti kamu akan menemukan pilihan lain yang lebih baik dari pilihanmu saat ini. Maka, jadikanlah aku tujuan, sebagai realisasi dari apa yang mampu menggenapimu. -Andalia Ayu Putry

Jika perempuan lain bangga dijadikan pilihan dari sekian banyak pilihan yang ada, maka mereka sama sekali berbeda denganku. Aku perempuan, dan aku tidak ingin dijadikan pilihan. Opsi atau pilihan adalah perihal membandingkan berdasarkan asumsi individu. Opsi adalah perihal rantai yang bersatu antara titik awal dan titik akhirnya. Opsi tak punya rumus baku tentang apa yang lebih tepat. Maka, opsi benarlah jika disebut dengan keragu-raguan.

Aku ingin dijadikan tujuan, dimana kamu akan merasa lega ketika telah sampai. Biarkan, rasa kita pada awalnya naik turun pada orang lain sebelum akhirnya masa memperbaiki diri kita selesai dan akan kau dapati aku sebagai tujuanmu. Laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik, pun sebaliknya. Jadi, jika tujuanku untuk menjadi baik maka akan kudapati kamu yang baik pula. Jika dan hanya jika tujuan kita adalah sama.

Maka, aku tidak pernah menjadikanmu sebagai opsi, karena aku juga tidak suka dijadikan pilihan. Biarlah jalan kita pada akhirnya menuju pada tempat yang satu, dimana kau akan temukan aku di akhir tujuanmu. Tujuan menjadikan kamu memiliki standar yang akan sendirinya menyeleksi perempuan-perempuan lain yang tidak sesuai denganmu. Temukan aku, bersama caramu memperbaiki diri.

Kuncinya telah kamu miliki, namun kamu belum menemukan pintu mana yang paling pas dengan kunci yang kamu miliki. Pintu itu merupakan cerminan yang sama dari dirimu. Temukan dan buka pintunya, kelak akan kau temukan tujuan akhirmu.

Selamat malam 🙂
ps : hai kamu, entah siapa ‘kamu’ itu. Semoga kamu lekas temukan aku sebagai tujuanmu disela perbaikan dirimu 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s