Freebies the 13th #2 by Kilas Buku : Spell Your Quote

4

Para hunter giveaway…
Ada GA lagi nih dari Kilas Buku
Keterangan lebih lanjut? Klik gambar dibawah ini ya 🙂

Image

Kalo ditanya buku kesayangan, saya langsung bilang Rectoverso dan Filosofi Kopi. Keduanya adalah karya Dewi Lestari. Tapii… buat GA Freebies the 13th #2 by Kilas buku kali ini saya milih Rectoverso untuk jadi Quote nya saya karena kalo bagian Quote kebetulan Rectverso yang lebih ngena.

Ini penampakan buku Rectoverso :

Image

Tepat dihalaman 56 ada sebuah Quote indah dan selalu terngiang waktu lagi berhadapan dengan masalah percintaan.
I’ll show the Quote :
Aku tidak tahu cinta punya berapa macam varian. Kau harus bertanya langsung pada hatiku karena dialah yang satu hari menutup dan mengucap: “cukup”. Dia yang berkata: “aku tidak lagi jatuh, jalan ini sudah jadi jalan lurus. Teruskan maka aku mati karena takdirku adalah jatuh. Bukan berjalan di setapak datar apalagi mendaki.”

Quote ini menyadarkan (saya) bahwa kejenuhan dalam cinta itu bukanlah sesuatu yang harus diterima begitu saja karena dengan membiarkannya berarti kita membiarkan hati kita mati. Peristiwa jatuh hati itu ibarat air terjun yang pada kodratnya memang untuk jatuh. Dan apabila hati itu tidak jatuh lagi maka itulah fase disaat kejenuhan datang.
Siapa yang harus disalahkan jika perpisahan yang diakibatkan oleh kejenuhan? Hal ini memang tak akan menguntungkan bagi kedua pihak karena mereka pasti merasa tidak nyaman dengan tiadanya kadar romantisme antara mereka.
Oleh karena itu, sebelum fase kejenuhan terjadi, sebisa mungkin kita harus membuat hati kita selalu jatuh terhadap pasangan kita. Bisa memberikan kejutan kecil, mengucapkan kata-kata romantis setiap hari, selalu care dan bersedia menemani pasangan ketika mereka ada masalah.

Jadi, quote ini mengajarkan kepada kita (terutama saya) untuk senantiasa membuat hati kita jatuh kepada pasangan supaya perpisahan tidak menghampiri. Kalo begini, yakin deh gak bakalan ada kata jenuh, selingkuh, apalagi putus. Makanya Quote itu jadi Quote favorit saya.

Kalian punya Quote Favorit?
Daripada dipendam dalam hati mending dishare aja lewat GA yang satu ini
Freebies the 13th #2 by Kilas Buku

Advertisements

Malem ini

4

Kamu mau dateng = aku semangat
Kamu bilang gak bisa dateng = aku kecewa
Kamu bilang jadi dateng = aku seneng
Liat foto **** di hp kamu = aku kesel *pake banget*
Tiba-tiba tv volumenya besar sendiri = aku kaget.
Sumpah !

*udah sih malem ini gitu aja*

Kisah Kasih Perpustakaan

2

Image

Kalo denger kata perpus, saya jadi inget beberapa kejadian semasa SMP dulu. Mulai aja ya 🙂

Waktu itu perpus bukan jadi kunjungan yang menarik. Orang-orang lebih suka mampir ke kantin pas jam istirahat di banding ke perpus *termasuk saya juga sih*. Perpus rame kalo awal tahun ajaran baru, soalnya semua siswa bakalan dapet pinjeman buku yang bakal di pake waktu belajar. Selebihnya, perpus sepi lagi meskipun tiap akhir semester bakal ada penghargaan buat mereka yang paling sering ngunjungin dan minjem buku di perpus.

Sampe pas bulan ramadhan, kantin tutup dari kegiatan rutinnya. Makanya, daripada bengong gak ada kerjaan di kelas, aku coba-coba buat dateng ke perpus aja. Eh, ternyata ke perpus itu asyik juga lho. Banyak cerita bergambar karya kakak-kakak tingkat, ada juga novel. Aku yang ngerasa ketagihan sama perpus, akhirnya cerita sama tante aku yang waktu itu umurnya sekitar 24 tahun. Karena dia juga suka baca, akhirnya dia minta aku buat minjemin buku “Layar Terkembang” di perpus sekolah. Dan ternyata, buku itu gak ada di perpus. Sampe akhirnya, temen aku nawarin buat minjem buku itu sama A** (temen sekelas aku juga). Gak lama setelah temen aku nawarin, aku langsung cuss pinjem buku itu sama si A**.
“A**pinjem buku Layar Terkembang dong, katanya kamu punya buku itu ya?” tanyaku
“Besok ya aku bawain.”

Besoknya si A** minjemin buku itu. Ternyata, dia bilang gini saya temen aku ” Siapa yang baca buku itu, bakalan jadi pacar aku.”
Seketika aku langsung ngakak denger pernyataan konyol itu.
“Kenapa kamu ketawa Yu?” tanya temen aku
“Kalian tau gak buat siapa aku minjemin buku itu?”
“Buat kamu kan Yu?”
“Hhaha… bukan aku. Itu buku buat tante aku yang umurnya udah 24 tahun. Kalo si A** mau, boleh kok, dia masih jomblo.”
“Hhaha…” serempak kami tertawa.

Temen aku yang suka ngeledekin si A**, akhirnya cerita masalah itu sama si A**. Dan respon si A** malu-malu penuh cemberut gitu. Hhaha… *ada-ada aja*

Lanjut ke cerita berikutnya dan masih tentang perpus.

Aku yang notabene nya udah jatuh cinta sama perpus, masih ngerasa kurang sama buku-buku di perpus sekolah. Akhirnya, aku and the genk berniat buat bikin kartu anggota di perpustakaan daerah. Hal yang paling menakjubkan adalah kami bertujuh jalan kaki ke perpus daerah yang jaraknya kurang lebih 2 km. Lumayan kan buat ukuran anak kelas 8 SMP di siang hari saat matahari sedang naik-naiknya sepulang sekolah? Tapi gak apa, semuanya demi perpus tercinta.

Sampe di perpus, kita gak langsung nyari buku tapi kita ngadem bentar *maklum, perpusnya pake AC*. Lanjut, kita langsung berburu buku-buku novel dan majalah anak-anak yang ngingetin kita buat nostalgia ke beberapa tahun lalu. Sebelum pulang, kita mampir bentar ke kantin perpus buat jajan. Makanannya enak-enak dan murah pula. Jadi, uang buat ongkos dari sekolah ke perpus, sengaja kita alokasiin buat jajan di kantin perpus daerah. Rela deh panas-panasan demi makan di kantin impian 🙂

Dan kegiatan itu berlangsung sampe 3 kali tiap minggu lho. Gak ada bosen-bosennya dateng ke perpus dan kantin perpus.

Cerita diatas bukanlah fiktif semata. Apabila ada keanehan atau kejanggalan memang begitulah kenyataannya. Masih ada saksi hidup untuk cerita diatas 🙂
#OkeSipp …

Hanya Sekedar Khayalan

2

dreamy_twilight

Menurut  saya, khayalan adalah imajinasi yang sangat menyenangkan. Tak perlu memikirkan logika, kenyataan dan kemampuan. Bebas mengalir mengikuti arah pikiran pelakunya tanpa perlu ada yang menghalangi. Berjalan mengarungi waktu hingga sang pelaku baru menyadari kalau itu hanya sebuah khayalan. Namun tak pernah ada yang sia-sia, termasuk sebuah khayalan.

Saya pernah berkhayal memiliki semua yang saya ingini. Ketika saya ingin jalan-jalan keluar negeri, sekejap mata keinginan itu terkabul. Ketika saya ingin menjadi penulis terkenal, seketika saya sudah di depan para penggemar yang mengantri minta tanda tangan saya di buku karangan saya. Ketika saya ingin berkenalan dengan orang-orang terkenal diseluruh dunia, seketika saya sedang berada disebuah pesta ‘perkumpulan orang terkenal di dunia’. Semuanya. Apapun yang saya inginkan, ingin saya miliki.

Khayalan hanya sekedar khayalan. Menurut saya agak berbeda dari mimpi yang masih punya kesempatan untuk menjadi nyata. Namun khayalan tetaplah menjadi sebuah peristiwa maya yang tak berbatas, menembus logika dan mengabaikan kenyataan. Tak apa, selagi khayalan bisa memberikan hiburan dalam naik turunnya hidup.

Sekalipun khayalanku tak akan pernah terwujud semua namun aku sekarang lebih percaya bahwa yang dimiliki adalah yang terbaik. Dan khayalan itu tetaplah sebuah khayalan yang sangat menyenangkan. Tak apa kan jika aku masih berkhayal memiliki apa yang aku ingini?

Khayalan ini diikutsertakan dalam Giveaway Khayalanku oleh Cah Kesesi Ayutea

Bukan Menyiakan Kesempatan

0

opportunity_1

Banyak orang berkeyakinan bahwa kesempatan tidak akan datang dua kali. Namun berbeda halnya denganku. Aku percaya pada kesempatan kedua, ketiga dan kesempatan lainnya. Mereka pasti akan datang dengan cara berbeda namun dengan tujuan yang sama.

Semenjak bulan lalu, keinginan mengembangkan hobi yang sejak dulu naik turun kembali meningkat.  Memang terkesan lebih sulit memulai kembali yang hal sudah lama menghilang dalam list meskipun itu masuk dalam kategori hobi. Aku hanya berusaha menikmati sambil belajar dari sekitar. Tak begitu banyak ilmu yang kupunya namun kemauan mendorong untuk menciptakan dengan segala keterbatasan. Perhatian ini berbuah sebuah blog yang bertajuk “Andayury Any more” dan berbagai percobaan peruntungan di media sosial.

Beberapa hari yang lalu, sebuah kesempatan besar datang lewat seseorang yang awalnya kubenci habis-habisan karena menjudge hasil tulisan tanganku sebagai sebuah plagiat. Entah aku atau temanku yang sebenarnya dia curigai sebagai seorang plagiat. Untungnya, dia belajar banyak dari hal ini. Hingga sekarang, dia terlihat lebih mengalir, berlelucon dengan leluasa dan semuanya terkesan lebih menikmati kebersamaan ini. Seperti kubilang, selalu ada kesempatan kedua, ketiga dan kesempatan lainnya. Dan itu pun berlaku pula untuknya.

Dengan terang-terangan dia menawariku untuk mempublikasikan karyaku jika aku berminat. Bukankah ini kesempatan besar? Namun selain belum pernah melahirkan dengan napas panjang, aku juga belum punya cukup ilmu jika harus menulis dengan tema keagamaan dan motivasi. Maaf. Sebenarnya aku sangat menunggu kesempatan seperti ini namun aku belum punya cukup modal untuknya. Aku masih dalam tahap pematangan ide, pengolahan kata dan ilmu. Dan seperti yang kubilang tadi, akan ada kesempatan kedua, ketiga dan kesempatan lainnya. Jangan sungkan menawariku (lagi). Aku sangat berterima kasih atas kesempatannya mempercayaiku.

Aku percaya yang dipaksakan pasti tidak akan baik.
Aku memilih bersabar :’)